Senin, 27 April 2015

Peluang Bisnis Waralaba (Franchise)



Abstrak
Bisnis waralaba/franchise adalah salah satu bentuk bisnis yang banyak dilirik oleh para pengusaha saat ini, baik itu pebisnis baru/ pemula ataupun pebisnis yang sudah berpengalaman. Konsep bisnis waralaba ini sangat memungkinkan seseorang yang memiliki modal materiil tapi kurang berpengalaman dalam membangun bisnisnya sendiri untuk memiliki sebuah usaha yang menguntungkan, terutama bila membeli waralaba dari sebuah merk dagang yang sudah terkenal. Potensi bisnis ini sangat menguntungkan untuk jangka waktu yang lama, namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua jenis usaha waralaba cocok untuk setiap orang.
Kata Kunci : Bisnis waralaba, pebisnis, modal materiil, merk dagang.

Abstract
Franchise business / franchise is one form of business that many ogled by entrepreneurs today , whether it is a new business / beginners or the experienced businessman . This franchise business concept is very possible someone who has a material capital but lacks experience in building his own business to have a profitable business , especially when buying a franchise of a well-known trademark . The potential of this business is very profitable for the long term , but it should be noted that not all types of franchise business is suitable for everyone.
Keywords : franchise , business , capital material , trademarks.

Pendahuluan
Bagi pengusaha yang memiliki modal besar, membeli franchise/ waralaba yang harganya mahal bukanlah sebuah masalah. Namun tidak demikian pada calon pengusaha yang memiliki modal terbatas, mereka biasanya akan berpikir berkali-kali sebelum memutuskan menjalankan usaha waralaba. Besar biaya untuk menjalankan waralaba sangat beragam, murah atau mahal itu menurut saya relative dilihat dari potensi bisnisnya untuk jangka panjang. Harga waralaba biasanya berkisar mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 1 milliar, tapi untuk waralaba lokal ternyata ada juga yang menawarkan harga sekitar Rp 5 jutaan.

Permasalahan
1.      Apa yang anda ketahui tentang Franchise ?
2.      Apakah keuntungan berbisnis Franchise ?
3.      Apa saja yang harus dipersiapkan dalam membuat bisnis Franchise ?
4.      Adakah peluang bisnis waralaba yang dapat dijalankan dengan modal relative kecil ?
5.      Apa saja tips yang tepat untuk memilih bisnis Franchise yang akan dijalankan ?

Pembahasan
Apa yang dimaksud dengan franchise?
Mari kita pahami. Dalam bahasa Indonesia, istilah franchise biasanya dikenal dengan waralaba. Franchise atau waralaba adalah sebuah metode dalam sistem distribusi barang atau jasa. Metode ini membentuk suatu model hubungan kerjasama bisnis antara franchisor (pemilik usaha) dengan franchisee (pemilik modal/investor).

  • Franchisor (Pewaralaba), yaitu pihak yang menjual atau meminjamkan hak dagangnya, atau merk dagangnya serta sebuah sistem bisnis untuk menjalankan bisnis tersebut.
  • Franchisee (Terwaralaba), yaitu pihak yang membayar royalti dan biaya lainnnya yang dipersyaratkan oleh franchisor untuk dapat menggunakan merk dagangnya serta sistem bisnis yang dirancang oleh franchisor.
Franchise merupakan bentuk duplikasi bisnis yang telah sukses dan mempunyai brand yang sudah dikenal. Dengan demikian calon investor yang ingin membeli franchise tidak harus menajalankan bisnis dari nol. Tidak harus dipusingkan dengan nama produk, jenis produk, produksi, dan pemasaran. Mereka hanya menjalankan sistem yang telah berjalan dengan baik dan telah teruji keberhasilannya.
Kegiatan franchise adalah cara untuk mengembangkan dan melebarkan sayap usaha dengan bekerja sama dengan berbagai pihak yang mempunyai modal dan ingin membuka usaha tetapi tidak memiliki brand yang bagus dan terkenal. Perusahaan yang membuka franchise biasanya adalah perusahaan terkenal dan sudah terjamin dari segi kualitas produk, pelayanan dan cara memasarkan produknya. Secara teknis, kontrak kerja antara franchisor dan franchisee inilah yang disebut franchise, tetapi kini kata franchise lebih sering dianalogikan sebagai cara dari franchisee menjalankan bisnisnya.

Keuntungan Berbisnis Franchise
Keuntungan berbisnis franchise jika dilihat dari sisi franchisee dan franchisor adalah kerjasama yang saling menguntungkan dan membutuhkan. Franchisor butuh modal dan perluasan jaringan, franchisee butuh produk terkenal yang mudah dijual dan dipasarkan.
Seorang franchisee (orang yang membeli franchise) diuntungkan dengan sistem kerjasama franchise. Ia tidak perlu repot-repot menyiapkan, menentukan, memasarkan produk yang akan dijual dari nol. Semua mudah, cukup tinggal jalankan saja dan menjual produk yang sudah teruji dan dikenal masyarakat luas.
Orang yang punya modal, ingin berbisnis tetapi belum tahu dan khawatir dengan resikonya, bisa mencoba bisnis franchise. Tidak perlu merintis bisnis dari awal, cukup menjalankan model yang sudah ditetapkan franchisor.
Bagi franchisor, mem-franchisekan bisnisnya adalah peluang untuk mengembangkan bisnis dan distribusi produk-produknya secara lebih luas tanpa harus menguras modal yang besar, tanpa harus membuka gerai sendiri di berbagai tempat, yang tentunya memerlukan modal yang besar. Jadi bisnis franchise merupakan salah satu cara untuk melakukan penetrasi pasar yang lebih luas lagi dengan bantuan franchisee. Dengan semakin banyaknya franchisee maka semakin kuat jaringan bisnis yang dimilikinya.

Apa saja yang harus dipersiapkan dalam membuat bisnis franchise?
-          Bangun kekuatan tim internal. Karena anda akan membangun sebuah sistem bisnis, maka anda membutuhkan banyak personil handal dan berkompeten dalam bisnis anda. Sistem bisnis yang anda gunakan dalam bisnis yang telah berjalan bisa diadopsi dalam sistem franchise anda. Bila perlu lakukan perubahan agar lebih mudah diikuti oleh mitra bisnis anda. Tim ini juga yang akan melakukan pembinaan pada ratusan hingga ribuan mitra bisnis.
-          Mendaftarkan bisnis franchise anda pada Departemen Perdagangan RI. Sehingga secara legalitas bisnis anda terjamin. Untuk memperluas pergaulan dan komunikasi anda bisa bergabung dengan asosiasi franchise, seperti WALI dan AFI.
-      Melakukan promosi gencar untuk meningkatkan branding dan penjualan. Kekuatan branding sangat penting sebagai pembeda produk sekaligus meningkatkan angka penjualan. Promosi dan pemasaran ini bisa dilakukan secara konvensional maupun melalui media internet. Pameran franchise, media sosial, website, forum bisnis, pasar online dan sebagainya bisa anda gunakan dalam menunjang program promosi dan pemasaran bisnis anda.

Berikut ini adalah beberapa peluang bisnis waralaba yang dapat dijalankan dengan modal relative kecil:

1. Bisnis Waralaba Makanan & Minuman

Menjalankan bisnis waralaba makanan & minuman memiliki potensi bisnis yang sangat bagus karena makanan merupakan kebutuhkan pokok manusia yang pasti selalu dicari orang. Namun, merintis bisnis makanan, misalnya restaurant atau tempat makan dengan merk dagang baru adalah sebuah tantangan yang sangat sulit, terutama untuk orang yang belum memiliki pengalaman berbisnis makanan sebelumnya.
Ada banyak waralaba makanan & minuman yang menawarkan franchisenya dengan harga yang relative murah, tapi tidak semua cocok dengan Anda. Sebaiknya kita memilih bisnis waralaba makanan & minuman yang punya keunikan, punya potensi bisnis yang bagus, dan harganya terjangkau.

2. Bisnis Waralaba Loundry & Jasa Kebersihan

Kalau kita perhatikan, bisnis loundry ternyata punya potensi yang sangat bagus lho, apalagi kalau bisnis ini dijalankan di lokasi yang strategis. Untuk bisnis waralaba Loundry, biasanya franchisor (pemilik waralaba) akan membantu kita dalam menentukan lokasi yang strategis untuk bisnis ini.
Biasanya bisnis waralaba loundry dan jasa kebersihan akan sangat laris bila dijalankan di lokasi perumahan, kampus, dan kost-kostan. Sekarang ini banyak sekali orang yang lebih memilih jasa loundry untuk mencuci pakaian mereka daripada harus mencuci sendiri, selain karena lebih mudah, hasil pekerjaannya lebih rapih, dan harga jasanya juga relative murah.
Ketika kita ingin menjalankan bisnis ini, pastikan kita memilih waralaba yang punya reputasi baik dan mau memberikan solusi pada masalah Anda sebagai pemula dalam bisnis ini. Lebih baik mengeluarkan modal agak besar di awal untuk waralaba dari franchisor yang punya reputasi baik, daripada modal kecil tapi potensi resiko lebih besar karena franchisor tidak memiliki reputasi dalam bisnis ini.

3. Bisnis Waralaba Di Bidang Kesehatan & Kecantikan

Banyak sekali orang yang membutuhkan sarana atau tempat-tempat untuk menjaga kesehatan dan kecantikan mereka, terutama kaum hawa. Beberapa tempat perawatan kesehatan dan kecantikan yang sering dikunjungi orang adalah tempat-tempat fitness, reflexy, salon, spa, dan lain-lain. Itulah alasannya mengapa bisnis ini sangat potensial untuk dijalankan.
Ada beberapa perusahaan yang bergerak di bisnis ini menawarkan waralabanya kepada calon pengusaha seperti Anda, tapi sebaiknya pilih satu yang paling sesuai dengan minat dan kemampuan Anda, misalnya Anda ingin memiliki usaha spa.

4. Bisnis Waralaba Di Bidang Jasa Pendidikan & Pelatihan

Ternyata ada banyak perusahaan yang bergerak dibidang jasa pendidikan & pelatihan menawarkan waralaba bagi calon pengusaha yang ingin memiliki bisnis sendiri. Bila Anda adalah seseorang yang memiliki minat pada industri jasa pendidikan dan pelatihan, maka Anda harus mempertimbangkan untuk memilih waralaba ini.
Perlu kita ketahui bahwa tidak semua perusahaan di bidang jasa pendidikan dan pelatihan menawarkan waralabanya dengan harga yang murah. Ada diantara mereka yang menawarkan waralabanya dengan harga yang sangat mahal, tentunya kita harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan yang kita miliki.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk memilih bisnis waralaba yang akan dijalankan:

1. Pilih waralaba yang mudah dijalankan

Sebaiknya kita tidak memilih waralaba yang dapat menyita waktu dan pikiran kita. Untuk itu, pastikan bahwa waralaba yang akan kita jalankan dapat dikerjakan dengan mudah dan praktis. Pilihlah lokasi yang mudah dijangkau dan lingkungannya juga aman. Ini sangat penting karena kemudahan akses dan juga keamanan lokasi bisnis Anda akan sangat berpengaruh pada jumlah pelanggan yang datang ke tempat Anda.

2. Pilih waralaba yang punya banyak konsumen

Utamakan untuk menjalankan bisnis waralaba yang memiliki konsumen banyak dan bisa menjangkau semua kategori umur. Memilih jenis waralaba yang konsumennya sedikit memiliki resiko kerugian lebih besar. Salah satu contoh jenis waralaba yang banyak konsumennya adalah waralaba makanan dan minuman.

3. Pilih waralaba yang harga produknya terjangkau

Selain jenis waralabanya punya banyak konsumen, faktor harga juga sangat menentukan keberhasilan sebuah bisnis waralaba.  Jangan memilih waralaba yang mematok harga yang tinggi untuk produknya dan tidak sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat di sekitar bisnis Anda.

4. Pilih waralaba yang memberikan pelayanan yang baik

Pelayanan dan juga garansi pada produk adalah sesuatu yang sangat penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan. Oleh karena itu, pilihlah waralaba yang memberikan pelayanan dan juga garansi jaminan mutu pada produknya untuk meningkatkan rasa percaya pelangganAnda, tentunya ini akan sangat membantu dalam pengembangan bisnis waralaba Anda ke arah yang lebih baik.

Kesimpulan
Bisnis waralaba membuka peluang bisnis dengan modal relatif kecil. Ketika anda bekerjasama dengan perusahaan waralaba, maka anda tidak perlu membuat membangun merek dagang. Sehingga akan menghemat waktu, tenaga dan biaya. Anda juga tidak repot dengan pengadaan bahan baku, karena franchisor akan menyuplai segala kebutuhan anda. Yang harus anda lakukan adalah memilih lokasi usaha yang tepat, sehingga usaha anda bisa mudah ditemukan banyak konsumen. Sehingga tercipta pasar yang baik yang mendukung keberlangsungan bisnis anda. Bisnis waralaba bidang makanan dan minuman biasanya menawarkan banyak peluang usaha dengan modal relatif terjangkau.

Daftar Pustaka

Senin, 06 April 2015

BAB 7. MEMAKSIMUMKAN LABA



1. Apa pengertian dari memaksimumkan laba?
Jawab :

Keuntungan (laba) merupakan tujuan utama suatu pengusaha dalam menjalankan usahanya. Proses produksi dilaksanakan seefisien mungkin dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan. Menurut Sunaryo keuntungan (laba) adalah selisih antaratotal pendapatan dengan total biaya, yang merupakan insentif bagi produsen untuk melakukan produksi. Keuntungan inilah yang mengarahkan produsen untuk mengalokasikan sumber daya ke proses produksi tertentu.
Keuntungan total merupakan penerimaan total (TR) dikurangi dengan biaya total (TC), Keuntungan total akan mencapai maksimum apabila selisih positif antara TR  dengan TC mencapai angka terbesar. Secara sistematis laba dapat dirumuskan π=TR-TC, perusahaan dapat dikatakan memperoleh keuntungan apabila selisihnya bernilai positif (π>0) dimana TR harus lebih besar dari pada TC (TR-TC).

2. Jelaskan pendekatan-pendekatan dalam memaksimumkan laba!
Jawab :
  • Pendekatan Totalitas (Totality Approach)
Pendekatan totalitas merupakan pendekatan dengan cara membandingkan pendapatan total(TR) dan biaya total (TC) maka TC = FC + VC.
  • Pendekatan Marginal (Marginal Approach)
yaitu hasil tambahan hasil penjualan yang diperoleh perusahaan dari menjual perunit lagi barang yang di produksi.
  • Pendekatan Rata – rata
Dalam pendekatan ini perhitungan laba per unit dilakukan dengan membandingkan antara biaya produksi rata-rata (AC) dengan harga jual output (P) . Laba total adalah laba per unit dikalikan dengan jumlah output yang terjual. Maka π=(P-AC).Q.

BAB 6. TEORI BIAYA PRODUKSI



1. Jelaskan pengertian istilah dan definisi dari biaya produksi!
Jawab :

Biaya produksi merupakan biaya dari semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan faktor-faktor produksi dan bahan baku yang akan digunakan untuk menghasilkan suatu produk.
Berdasarkan jangka waktunya, produksi dibedakan menjadi jangka pendek dan jangka panjang. Dalam Jangka pendek perusahaan selama proses produksinya dapat menambah salah satu faktor produksi sedangkan faktor-faktor produksi lainnya dianggap konstan. Ini artinya sebagian faktor produksi tidak dapat ditambah. Sedangkan dalam jangka panjang, perusahaan dapat merubah atau menambah semua faktor produksi yang digunakannya.
Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dapat dikelompokkan dalam dua katagori yaitu biaya eksplisit dan biaya tersembunyi.
Biaya eksplisit adalah pengeluaran-pengeluaran perusahaan yang berupa pembayaran dengan uang tunai untuk mendapatkan faktor-faktor produksi dan bahan baku yang dibutuhkan. Sedangkan biaya tersembunyi atau imputing cost adalah taksiran pengeluaran terhadap faktor-faktor produksi yang dimiliki perusahaan.

2. Jelaskan perbedaan biaya eksplisit (explicit cost) dan biaya implisit (Implicit Cost) ?
Jawab :
Biaya eksplisit adalah biaya-biaya yang secara eksplisit terlihat, terutama melalui laporan keuangan, seperti biaya listrik, telepon dan air, demikian juga pembayaran upah buruh dan gaji karyawan merupakan biaya eksplisit. Kita dapat melihatnya dalam lporan keuangan. Sedangkan biaya implisit adalah biaya kesempatan (oppurtunity cost).

BAB 5. TEORI PRODUKSI

1. Apa yang dimaksud dengan produksi dan fungsi produksi?
Jawab:
  • Produksi adalah suatu kegiatan memproses input (faktor produksi) menjadi suatu output. Produsen dalam melakukan kegiatan produksi, mempunyai landasan teknis yang didalam teori ekonomi yang disebut “Fungsi Produksi”.

  • Fungsi Produksi adalah suatu persamaan yang menunjukkan hubungan ketergantungan (fungsional) antara tingkat input yang digunakan dalam proses produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. Fungsi produksi secara matematis dapat dinyatakan sebagai berikut:

Q + f ( K, L, R, T )

2. Berdasarkan hubungannya dengan tingkat produksi faktor produksi di bedakan menjadi 2 yaitu produksi tetap (fixed input) dan faktor produksi variabel (variable input) jelaskan ?
Jawab :

Pengertian faktor produksi tetap dan faktor produksi variabel terkait erat dengan waktu yang di butuhkan untuk menambah atau mnegurangi faktor produksi tersebut. mesin dikatakan sebagai faktor produksi tetap karena dalam jangka pendek (kurang dari setahun) susah untuk ditambah atau di kurangi. Sebaliknya buruh dikatakan faktor produksi variabel karena jumlah kebutuhannya dapat di sediakan dalam waktu kurang dari satu tahun.



Selasa, 16 Desember 2014

KUALITAS UDARA DI RUAS JALAN YANG DILINTASI ANGKUTAN BATU BARA DI KOTA BANJARMASIN AIR QUALITY IN STREETS PASSED THROUGH BY COAL VIHICLES IN BANJARMASIN


Anhar Ihwan1,2) dan Abdul Hadi2) 1)Laboratorium Kesehatan Kalimantan Selatan;  2)Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Universitas Lambung Mangkurat Email: atakhadi@hotmail.com 
Abstrak 
ž      Kualitas udara di ruas jalan yang dilintasi angkutan batu bara di Kota Banjarmasin dipelajari dengan mengukur kadar PM 10, CO, NOx, SOx dan O3 pada jalan lebar, tidak ada gedung dan dilintasi angkutan batu bara (Jl Subarjo lokasi I dan II), dan jalan sempit, dengan gedung yang tinggi, dan dilintasi angkutan batu bara (Jl PM Noor lokasi III dan IV). Parameter kualitas udara di amati setiap 6 jam dalam 24 jam. Perhitungan terhadap arus lalu lintas, suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan angin juga dilakukan pada saat yang bersamaan dengan pengambilan sampel kualitas udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PM 10 tertinggi terukur pada lokasi III, berturut-turut diikuti oleh lokasi II, IV dan I. Kadar gas CO, NOx, SOx dan O3 tertinggi terukur pada lokasi III, seterusnya diiukuti oleh lokasi IV, II dan I. Arus lalu lintas yang dinyatakan dalam satuan smp per jam, berhubungan kuat atau sangat kuat dengan kadar polutan udara yang terukur di masing-masing ruas jalan. 
žžKata kunci: arus lalu-lintas, batubara, kualitas udara, pencemar udara. 
 
 Latar Belakang
                Cadangan batu bara Kalimantan Selatan menempati urutan ke dua terbesar, dengan perkiraan sebesar 52 miliar ton. Produksi per tahun mencapai 113 juta ton dan berkontribusi sebesar 26% dari produksi batu bara Indonesia (Sodikin, 2003). Pengangkutan hasil tambang ini dilakukan melalui jalan-jalan umum.
    Sektor transportasi merupakan penghasil pencemar udara yang utama di perkotaan, terutama dari transportasi darat. Kendaraan bermotor merupakan sumber pencemar udara berupa gas CO, NOx, SO2, partikulat, HC dan Pb (Moestikahadi, 1999). Oleh karena itu menarik untuk diteliti tentang kadar pencemar udara dan faktor-faktor yang mempengaruhi pada ruas jalan yang dilewati angkutan batubara.
        Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar pencemar udara; gas CO, NO2, SO2, O3, dan PM. 10 di ruas Jalan Soebardjo dan Jalan Noor di Kota Banjarmasin; dan menghubungkan arus lalu lintas, tinggi gedung, lebar jalan dan faktor meteorologi seperti: suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan angin terhadap kadar polutan di udara.

 Metode Penelitian
         Pengukuran kualitas udara dilakukan sesuai dengan petunjuk teknis pengukuran untuk parameter ISPU, yaitu selama 24 jam. Untuk keperluan analisis, pengukuran tersebut dibagi dalam 4 periode yang masing-masing periode terdiri dari 6 jam pengukuran (periode I; 06.00 – 12.00, periode II; 12.00 – 18.00, periode III; 18.00 – 00.00 dan perode IV; 00.00 – 06.00). Setiap titik dilakukan pengukuran selama 3 (tiga) hari sebagai ulangan yang berselang setiap 2 (dua) hari pada periode Mei-Agustus 2006.
                 Sampel PM10 diukur dengan HVS, sedang CO, NOx, SOx dan O3 diambil dengan reagen penyerap di dalam tabung Midget Impinger. Perhitungan terhadap arus lalu lintas, pengukuran tinggi gedung, lebar jalan, suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan angin, juga dilakukan pada saat yang bersamaan dengan pengambilan sampel kualitas udara.
             Data yang diperoleh diolah, diubah dalam bentuk angka ISPU, sehingga dapat diketahui tingkat pencemar udara di masing-masing ruas jalan menurut kategori ISPU.
                Selanjutnya, hubungan antara arus lalu lintas dan faktor meteorologi (suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan angin) terhadap kadar polutan di udara, diuji dengan Pearson Correlations.  Kekuatan korelasi antar masing-masing variabel yang diuji, diinterpretasikan berdasarkan nilai r, sebagai berikut (Sugiyono, 2000). Untuk melihat kontribusi lebar jalan dan tinggi gedung terhadap kadar polutan udara, dilakukan dengan membandingkan kadar polutan udara antar titik pengukuran.
 
Hasil dan Pembahasan
 
a. Faktor Lingkungan dan Faktor Meteorologi
       Hasil pencatatan faktor meteorologi menunjukkan bahwa suhu udara di lokasi penelitian, terukur bervariasi antara 24,28 s.d 33,50 OC, menurut periode pengukuran suhu tertinggi terukur pada periode jam 12.00 - 18.00. Sedangkan suhu terendah terukur pada periode jam 00.00 – 06.00, hal ini bersesuaian dengan kejadian secara alami, seiring dengan terjadinya peningkatan kelembaban udara.
  b. Arus Lalu Lintas
        Arus lalu lintas yang disinyalir sebagai satu-satunya sumber polutan udara pada masingmasing ruas jalan di lokasi penelitian tercatat bervariasi. Arus lalu lintas tertinggi di masingmasing lokasi selalu terukur pada periode jam 06.00 – 12.00 dan arus lalu lintas terendah selalu terukur pada jam 00.00 – 06.00.
c. Kadar Polutan Udara
    Kadar debu dan gas pencemar udara di masing-masing lokasi penelitian selengkapnya dapat dilihat pada tabel 3. Menurut periode pengukuran, kadar debu paling tinggi terukur pada periode jam 06.00 – 12.00, yaitu 755,20 μg/m3. Hal ini berhubungan dengan lebih tinggingnya arus lalu lintas pada periode jam tersebut dibanding dengan arus lalu lintas pada periode lainnya.
  d. Hubungan Arus Lalu Lintas dan Faktor Meteorologi dengan Kadar Polutan di Udara di Ruas Jalan
     Hubungan arus lalu lintas yang dinyatakan dalam satuan mobil penumpang (smp/jam) dengan seluruh polutan udara dinyatakan bermakna secara statistik. Terlihat bahwa nilai R berkisar antara 0,563 – 0,946, artinya hubungan antara arus lalu lintas dengan kadar polutan udara termasuk dalam kategori hubungan sedang, kuat, dan sangat kuat.
 
KESIMPULAN
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kadar PM. 10 tertinggi terukur pada titik III, berturut-turut diikuti oleh titik II dan titik IV, sedangkan kadar PM. 10 terendah terukur pada titik I. Kadar gas CO, SO2, NO2 dan O3 tertinggi juga terukur pada titik III, seterusnya berturut-turut diikuti oleh titik IV, II dan titik I. Selanjutnya, arus lalu lintas yang dinyatakan dalam satuan smp/jam, berhubungan dengan kadar polutan udara yang terukur di masingmasing ruas jalan, hubungan tersebut paling banyak termasuk dalam kategori hubungan kuat dan sangat kuat. Demikian pula, faktor meteorologi seperti; suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan angin mempunyai hubungan yang bervariasi dengan kadar polutan di udara, mulai dari hubungan yang termasuk dalam kategori rendah, sedang, kuat dan sangat kuat. Khusus untuk kelembaban udara hubungannya bersifat terbalik, yaitu bila kelembaban udara tinggi maka kadar polutan udara cenderung rendah dan demikian sebaliknya. Menurut kategori ISPU, titik I termasuk dalam kategori Tidak Sehat dengan parameter dominan adalah PM. 10, dampaknya jarak pandang turun dan terjadi pengotoran debu di mana-mana. Sedangkan di titik II, III dan IV termasuk dalam kategori Berbahaya dengan parameter dominan tetap PM. 10, artinya tingkat yang berbahaya bagi semua populasi yang terpapar. 
 
Daftar Pustaka 
  Moestikahadi, Soedomo. Kumpulan Karya Ilmiah : Mengenai Pencemaran Udara. Penerbit ITB, Bandung, 1999.
  Sugandi E. Sugiarto. Rancangan Percobaan Teori dan Aplikasi. Andi Offset, Yogyakarta, 1993.
  Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian. CV. Alfabeta, Bandung, 2000. Suryabrata, Sumadi, Metodologi Penelitian. Penerbit PT. Raja Grafindo, Jakarta, 1998.